BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui, teknologi kini telah merembes dalam
kehidupan.
kebanyakan manusia bahkan dari
kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut
merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan
harkat martabat manusia.
Atas dasar
kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah
SDA yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dimana dalam pengembangan IPTEK
harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar
semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata. Begitu juga diharapkan SDM nya
bisa lebih baik lagi, apalagi banyak kemudahan yang kita dapatkan. Namun, berbanding terbalik dengan realita
yang ada karena semakin canggih perkembangan teknologi, telah membuat
masyarakat menjadi malas yang disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang ada
tersebut.
Disatu
sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek
telekomunikasi, namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata. Masih
banyak masyarakat kurang mampu yang putus harapannya untuk mendapatkan
pengetahuan dan teknologi tersebut. Hal itu dikarenakan tingginya biaya
pendidikan yang harus mereka tanggung. Maka dari itu, pemerintah perlu
menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar peranan IPTEK dapat
bertujuan untuk meningkatkan Sumber
Daya Manusia yang ada.
Kalaupun
teknologi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak
berarti teknologi sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan
kenyataan . Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan
obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja IPTEK tidak
mengenal moral kemanusiaan, oleh karena iptek tidak pernah bisa menjadi standar
kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah manusia.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini
adalah :
1. Dapat mengetahui peranan IPTEK dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
2. Untuk mengetahui dampak dari IPTEK
terhadap kehidupan manusia.
3. Untuk mengetahui problematika IPTEK
di Indonesia.
4. Untuk mengetahui hubungan IPTEK
dengan kehidupan sosial.
C. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan IPTEK?
2. Bagaimana perkembangan IPTEK di Indonesia?
3. Bagaimana hubungan IPTEK dengan kehidupan sosial?
4. Apa manfaat IPTEK bagi manusia?
5. Apa saja masalah pengembangan IPTEK di Indonesia?
6. Bagaimana dampak IPTEK bagi kehidupan manusia?
7. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi IPTEK di Indonesia?
8. Bagaimana pengaruh kemajuan teknologi bagi budaya bangsa?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian IPTEK
Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau
pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang
cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu
untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga
seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh,
pancaindra dan otak manusia. Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun
yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih
sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun
istilah teknologi belum digunakan.
Pengertian teknologi menurut para
ahli:
a) Menurut B.J. Habiebie (1983: 14) ada
delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi,
terutama teknologi industri, yaitu:
(1) pesawat terbang.
(2) maritim dan perkapalan.
(3) alat transportasi.
(4) elektronika dan komunikasi.
(5) energy.
(6) rekayasa.
(7) alat-alat dan mesin-mesin pertanian dan
(8) pertahanan dan keamanan.
b) Menurut Nana Syaodih S. (1997: 67)
menyatakan bahwa sebenarnya sejak dahulu teknologi sudah ada atau manusia sudah
menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dulu memecahkan kemiri dengan
batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka sudah menggunakan
teknologi, yaitu teknologi sederhana.
c)
anglin mendefinisikan teknologi
sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara
bersistem dan menyistem untuk memecahkan masalah.
d)
Ahli lain, Kast & Rosenweig
menyatakan Technology is the art of utilizing scientific knowledge.
e)
Iskandar Alisyahbana (1980:1)
merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang definisi teknologi yaitu cara
melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal
sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh
anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.
Pengertian teknologi secara umum
adalah:
·
proses yang meningkatkan nilai
tambah
·
produk yang digunakan dan dihasilkan
untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
·
Struktur atau sistem di mana proses
dan produk itu dikembangkan dan di gunakan
·
Sistem yang dapat berkerja dengan
hasil pemikiran manusia.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan dua hal yang sangat
sulit dipisahkan karena Ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat dari aktivitas
untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan
rohani. Dan biasanya hasil pemikiran dari ilmu pengetahuan tersebut diwujudkan
dalam teknologi.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita
hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai
dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan
manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta
sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang
teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh
inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun
demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif,
di sisi lain juga digunakan untuk hal-hal yang negatif.
B.
Perkembangan IPTEK di
INDONESIA
Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk
mengolah SDA yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.Dimana dalam pengembangan
IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan
beradab,agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata.
Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik
sekali di aspek telekomunikasi,namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum
merata. Masih banyak masyarakat kurang mampu yang putus harapannya untuk
mendapatkan pengetahuan dan teknologi tersebut.Hal itu dikarenakan tingginya
biaya pendidikan yang harus mereka tanggung.Maka dari itu,pemerintah perlu
menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar peranan IPTEK dapat
bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada. Peradaban bangsa dan masyarakat dunia di masa
depan sudah dipahami dan disadari akan berhadapandengan situasi serba kompleks
dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, sebut saja antara laincloning, cosmology, cryonics, cyberneties,
exobiology, genetic, engineering dan nanotechnology. Cabang-cabang
IPTEK itu telah memunculkan berbagai perkembangan yang sangat cepat dengan
implikasi yangmenguntungkan bagi manusia atau sebaliknya.Untuk mendayagunakan
Iptek diperlukan nilai-nilai luhur agar dapat dipertanggungjawabkan. Rumusan
4(empat) nilai luhur pembangunan IPTEK Nasional, yaitu :
1)
Accountable (dapat dipertanggung jawabkan)
Hal ini berarti
bahwa seluruh denyut nadi pembangunan Iptek berikut seluruh aspek didalamnya
dapat dipertanggung jawabkan kepada segala pihak. Pertanggunganjawab disini
tidak hanya terbatas pada aspek finansial (seperti anggaran pembangunan IPTEK)
akan tetapi lebih dari itu, pertanggungan jawab disini mencakup aspek
moralitas, dampak lingkungan, dampak budaya, dampak sosiokemasyarakatan, dampak politis dan dampak ekonomis
pada pembangunan nasional.
2) Excellent (prima)
Kata ini
dapat diartikulasikan sebagai terbaik, yang terbaik atau berusaha untuk menjadi
yang terbaik. Pembangunan Iptek yang excellent dapat diartikan bahwa
keseluruhan tahapan pembangunan Iptek mulai dari fase inisiasi, perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan implikasinya pada masyarakat maupun
bangsa ini, harus yang terbaik. Pembangunan Iptek, terutama perencanaan,
pelaksanaan dan dampaknya tidak boleh berkesan serampangan, akan tetapi harus
berlandaskan pada tataran yang terbaik (excellent platform) guna
memberikan hasil yang
sempurna.
3) Innovative
(inovatif)
Kata
inovatif berasal dari bahasa Latin ‘innovare’ yang artinya temuan baru.
Nilai luhur Innovatif dalam pembangunan Iptek berarti bahwa pembangunan
Iptek senantiasa berorientasi pada segala sesuatu yang baru, mulai dari konteks
upaya untuk perolehan temuan-temuan baru sampai dengan upaya untuk
menginduksikan proses pembaharuan dalam dinamika kehidupan masyarakat, tentunya
pembaharuan yang dimaksud disini adalah dalam tataran yang positif dan 21
bertanggung jawab. Lebih lanjut innovative juga berarti bahwa pembangunan Iptek
memberikan apresiasi yang tinggi pada segala bentuk upaya untuk memproduksi inovasi-inovasi baru serta segala
aktifitas inovatif untuk meningkatkan produktifitas.
4) Visionary (berpandangan
jauh kedepan)
Pembangunan
Iptek senantiasa dimaksudkan untuk memberikan solusi yang bersifat strategis atau jangka panjang,
menyeluruh dan holistik (atau kait mengait). Pembangunan Iptek akan diupayakan
untuk tidak bersifat sektoral dan hanya memberikan implikasi yang terbatas.
Lebih lanjut visionary juga berarti bahwa pembangunan Iptek dimasa kini
akan diupayakan sebagai solusi taktis dimasa kini sekaligus bagian integral
dari solusi permasalahan dimasa depan. Atau dengan kata lain solusi pembangunan
Iptek dimasa kini jangan sampai menjadi sumber permasalahan baru dimasa datang.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi di Indonesia tertinggal jauh dan sangatmemprihatinkan dibanding
Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat bahkan pula di Negara-negara Asia
misalnya Jepang dan China. Hal ini disebabkan karena,
1.
Masih
terbatasnya orang indonesia yang mendapat pendidikan barat terutama pendidikan
tinggi.
2.
Kurangnya
keinginan dari pemerintah maupun perusahaan swasta yang ada di Indonesia
untuk melakukan ahli teknologi.
3.
Tidak adanya
inovasi teknologi yang berarti di dalam masyarakat indonesia itu sendiri, ilmu pengetahuan
dan teknologi di indonesia mulai berkembang dimana ditandai dangan
adanyaperguruan tinggi dan pusat-pusat penelitian seperti lembaga ilmu
pengetahuan (LIPI) dan jugabadan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT).
Dengan memperhatikan perkembangan
dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak
diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan
sebagai panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya IPTEK yang dimiliki
oleh bangsa Indonesia, Undang-Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional
Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang
telah diberlakukan sejak 29 Juli 2002, merupakan penjabaran dari visi dan misi
IPTEK sebagaimana termaksud dalam UUD 1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar
dapat dilaksanakan oleh pemerintah beserta seluruh rakyat dengan
sebaik-baiknya. Selain itu pula perkembangan IPTEK di berbagai bidang di tengah
perkembangan zaman yang semakin pesat semestinya dapat meningkatkan kualitas
SDM di tengah bermunculannya dampak negative dari adanya perkembangan IPTEK,
sehingga diperlukan pemikiran yang serius dan mantap dalam menghadapi
permasalahan dalam penemuan-penemuan baru tersebut.
C. Hubungan IPTEK dengan kehidupan Sosial
Alam abad XX, IPA telah berkembang
pesat berkat pemakaian alat-alat yang makin sempurna, sehingga mendapat sebutan
IPA modern. Kemajuan IPA mendorong majunya teknologi yang makin dapat
memakmurkan kehidupan manusia, karena tujuan teknologi memang diadakan untuk
kebutuhan manusia. Namun, di samping tujuan dapat tercapai, terjadi pula dampak
sampingan (side-effect) yang dapat mengganggu. Untuk itu diupayakan peningkatan
kegunaan teknologi dan memperkecil dampaknya. Bila hal tersebut tercapai, maka
kegiatan mempergunakan teknologi memperoleh nilai ekonomis yang berarti.
Misalnya, pemakaian pesawat terbang besar dan cepat memudahkan orang mencapai
tujuan, tetapi kejatuhannya menimbulkan risiko besar.
Jadi, tujuan dapat dicapai dengan
hasil maksimal, sementara dampaknya diperkecil. Adanya perkembangan yang
pesat dari IPTEK pada dasarnya menuntut manusia untuk meningkatkan interaksi
sosial guna mendapatkan solusi yang terbaik dari permasalahn sosial yang
ditimbulkan dari perkembangan iptek.kehidupan manusia tidak terlepas dari adanya
teknologi. Artinya, bahwa teknologi merupakan keseluruhan cara yang secara
rasional mengarah pada ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnya
untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.
D.
Manfaat IPTEK Bagi Manusia
Manfaatnya Jelas mempermudah
aktivitas manusia secara efektif dan efisien. Dalam rangka meningkatkan budaya dan
taraf hidup yang lebih tinggi. Sejak manusia masih bercocok tanam
berpindah-pindah dan berburu untuk cari makan, kemudian muncul peternakan,
pertanian. Semua ini hasil dari Iptek. Semula manusia harus berjalan untuk
pergi ketempat yang jauh, selanjutnya
di temukan pedati yang ditarik hewan sampai ditemukan mobil, semua ini hasil
dari Iptek. Kalau dulu dunia gelap gulita, hanya ada penerangan lampu minyak,
trus timbul petromak sampai ada lampu, ini juga hasil dari Iptek. Kalau dulu manusia telanjang gak
pakai baju dan celana, sekarang bisa pakai baju dan celana berbagai model, ini juga jasa dari Iptek. Iptek akan
sejalan dengan kehidupan manusia, karena manusia mahluk yang berakal.
E.
Masalah-masalah Pengembangan Iptek
Pengalaman
negara-negara maju dan negara baru maju menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi
berakar pada kemampuan teknologi dan inovasi yang dimiliki. Kemampuan teknologi
yang tinggi telah memberikan kekuatan untuk bersaing dan peluang dalam kancah
perdagangan internasional yang kompetitif. Sulit untuk dibantah bahwa kemampuan
teknologi yang dimiliki oleh suatu bangsa akan sangat menentukan daya saing,
sehingga semua negara di dunia berusaha untuk mengejar ketertinggalannya dalam
penguasaan Iptek. Keberhasilan negara-negara baru maju di Asia Timur tidak
dapat diulang dengan mudah di negara berkembang tapi perlu diciptakan kondisi
tertentu dan berupaya mengatasi masalah-maslah dalam pengembangan IPTEK seperti
akan diuraikan di bawah ini:
1. Keterbatasan Sumber Daya Iptek
Masih terbatasnya sumber daya iptek tercermin dari rendahnya kualitas SDM dan
kesenjangan pendidikan di bidang iptek. Rasio tenaga peneliti Indonesia
pada tahun 2001 adalah 4,7 peneliti per 10.000 penduduk, jauh lebih
kecil dibandingkan Jepang sebesar 70,7. Selain itu rasio anggaran iptek
terhadap PDB sejak tahun 2000 mengalami penurunan, dari 0,052 persen
menjadi 0,039 persen pada tahun 2002. Rasio tersebut jauh lebih kecil
dibandingkan rasio serupa di ASEAN. Sementa. Kecilnya anggaran iptek berakibat
pada terbatasnya fasilitas riset, kurangnya biaya untuk operasi dan
pemeliharaan.
2. Belum Berkembangnya Budaya Iptek
Budaya bangsa secara umum masih belum mencerminkan
nilai-nilai iptek yang mempunyai penalaran obyektif, rasional, maju,
unggul dan mandiri. Pola pikir masyarakat belum berkembang ke arah yang
lebih suka mencipta daripada sekedar memakai, lebih suka membuat
daripada sekedar membeli, serta lebih suka belajar dan berkreasi daripada sekedar
menggunakan teknologi yang ada.
3.
Belum Optimalnya Mekanisme
Intermediasi Iptek
Belum
optimalnya mekanisme intermediasi iptek yang menjembatani interaksi antara kapasitas
penyedia iptek dengan kebutuhan pengguna. Masalah ini dapat terlihat dari belum
tertatanya infrastruktur iptek, seperti institusi yang mengolah dan
menterjemahkan hasil pengembangan iptek menjadi preskripsi teknologi
yang siap pakai untuk difungsikan dalam sistem produksi.
4.
Lemahnya Sinergi Kebijakan Iptek
Lemahnya
sinergi kebijakan iptek, menyebabkan kegiatan iptek belum sanggup memberikan
hasil yang signifikan. Kebijakan bidang pendidikan, industri, dan iptek belum
terintegrasi sehingga mengakibatkan kapasitas yang tidak termanfaatkan pada
sisi 15 penyedia, tidak berjalannya sistem transaksi, dan belum
tumbuhnya permintaan dari sistem pengguna yaitu industri. Disamping itu
kebijakan fiskal juga dirasakan belum kondusif bagi pengembangan
kemampuan iptek.
5.
Belum Terkaitnya Kegiatan Riset
dengan Kebutuhan Nyata
Kegiatan
penelitian yang tidak didorong oleh kebutuhan penelitian yang jelas dan
eksplisit, menyebabkan lembaga-lembaga litbang tidak memiliki kewibawaan
sebagai sebuah instansi yang memberi pijakan saintifik bagi kebijakan
yang akan diambil oleh pemerintah. Salah satu dampak langsung dengan
adanya kegiatan riset yang tidak didasari oleh kebutuhan yang jelas adalah terjadinya inefisiensi yang luar
biasa akibat duplikasi penelitian atau plagiarisme.
Dampak
lainnya adalah merapuhnya budaya penelitian sebagai pondasi kelembagaan ristek,
seperti yang terjadi pada sektor pendidikan. Pendidikan di Indonesia dapat dikatakan
telah gagal membudayakan rasa ingin tahu, budaya belajar dan apresiasi yang tinggi
pada pencapaian ilmiah.
6.
Belum Maksimalnya Kelembagaan
Litbang
Kelembagaan
litbang yang belum dapat berfungsi secara maksimal, disebabkan karena manajemen
yang lemah. Seorang peneliti yang hebat belum tentu memiliki ketrampilan dan
sikap manajerial yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah lembaga litbang. Selain
itu perkembangan manajemen penelitian dan pengembangan di Indonesia jauh
tertinggal. Dari ratusan peneliti tangguh di tanah air, hanya sebagian
kecil yang memiliki kemampuan memimpin lembaga litbang sebagai sebuah
entitas manajemen. Kursus-kursus manajemen (proyek) penelitian dan
pengembangan amat jarang dilakukan,dan kalaupun ada, ditawarkan oleh
pihak asing dengan biaya kursus yang mahal.
7.
Masih Rendahnya Aktifitas Riset di
Perguruan Tinggi
Perguruan
tinggi yang diharapkan menjadi sebuah pusat keunggulan (centre of excellence)
juga belum berhasil mengarusutamakan penelitian dan pengembangan dalam Tri
Dharma Perguruan Tingginya. Hal ini berakibat pada:
1)
Terjadi brain draining tenaga
peneliti ke kegiatan-kegiatan non-penelitian
2)
Pengusangan bahan-bahan belajar
3)
Penurunan relevansi pendidikan dan
layanan masyarakat
4)
Pendidikan pascasarjana, terutama
tingkat Doktor (S-3) tidak berkembang
5)
Kekayaan intelektual PT tidak berkembang,
dan
6)
Kelas kreatif dan kewirausahaan (enterpreneurships)
tidak berkembang.
Belum ada
satupun univesitas yang layak disebut sebagai Universitas Riset yang
sanggup menghasilkan pertahun 50 doktor dengan karya ilmiah berreputasi
internasional. Banyak perguruan tinggi menomorsatukan pendidikan sarjana
strata 1 dengan berbagai macam model rekrutmen, untuk menarik dana
masyarakat. Pendidikan pasca sarjana, terutamapendidikan doktor, sebagai
pendidikan berbasis riset belum dianggap sebagai motor penggalian dana
yang berarti. Kerjasama penelitian pascasarjana dengan industri juga masih
amat langka.16
Komunikasi ilmiah antar peneliti dan
profesional dalam PT yang sama juga rendah, sehingga kohesivitas
peneliti di PT juga rendah. Penggunaan sumber daya bersama (resource
sharing) antar laboratorium PT juga rendah, akibatnya justru utilisasi
peralatan laboratorium tersebut juga rendah.
Perguruan-perguruan
tinggi perlu menetapkan sebuah Program Utama Riset Universitas yang
dirumuskan bersama-sama dengan para stakeholders penelitian dan secara sengaja
mengalokasikan anggaran penelitian sebagai matching grants yang
memancing dana kemitraan dari pemerintah dan industri. Sehingga volume
block grants yang diberikan oleh Pemerintah untuk kegiatan
penelitian harus dikaitklan dengan alokasi anggaran penelitia Perguruan Tinggi
(PT) yang bersangkutan.
F.
Dampak Dari Iptek Terhadap Kehidupan
Manusia
Perkembangan
dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi
kemajuan peradaban umat manusia. Pengembangan iptek dianggap sebagai
solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai
liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek
diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Dalam
peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari
dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap
semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan
kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang
manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup
pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan,
oleh karena itu iptek tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun
solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.{mospagebreak}.
Dampak
positif dan dampak negative dari perkembangan teknologi dilihat dari
berbagai bidang:
a.
Bidang
informasi dan komunikasi
Dalam
bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat
pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:
1) Kita
akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di
bumi bagian manapun melalui internet
2) Kita
dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya
dengan melalui handphone. Komunikasi melalui telepon mengalami beberapa kali
kemajuan. Pada mulanya telepon mempergunakan
kawat sebagai sarana penghubungnya dan diperlukan orang sebagai operator.
Kemudian ada telepon otomatis yang tidak memerlukan operator. Sekarang orang dengan mudah
dapat berhubungan dengan telepon melalui satelit.
Disamping
keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan
teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
1)
Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
2) Penggunaan
informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang
bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
b.
Bidang
industri dan transportasi modern
·
Dampak industri yang sangat terasa
dalam bidang ekonomi.
Pemakaian
mesin menghasilkan produksi yang melimpah. Produk banyak demikian tidak
tertampung lagi dalam pasaran lokal atau nasional, sehingga harus disalurkan ke
pasar internasional. Demi kelancaran pemasaran, para kapitalis modern
mempengaruhi politik pemerintahannya, mendesak agar pemerintah mendukung
usahanya mencari atau merestui pasaran di negara lain, bila perlu dengan
dukungan militer keras. Timbullah imperialisme modern yang menitikberatkan kegiatannya
dalam bidang ekonomi setelah revolusi industri. Di samping mencari daerah
pemasaran, juga dilakukan usaha memperoleh bahan mentah yang murah. Cara
demikian menyebabkan keuntungan kaum kapitalisyang didukung pemerintah yang
imperealis memperoleh keuntungan besar. Bila negara imperialis banyak
memperoleh keuntungan melalui cara-cara modern tersebut, dampaknya terasa di
mana-mana. Di negara sendiri kaum kapitalis-imperialis merasakan pencemaran
(polusi) yang semula kurang diperhitungkan, setelah timbul dampak sampingnya
barulah disadari. Contohnya kota Birmingham di Inggris. Dengan dilakukan
revolusi industri, maka tanah di wilayah kota tersebut banyak dicemari sisa
pembakaran bahan bakarnya yang berwarna hitam. Sementara itu udaranya pun
dicemari oleh asap hitam dari cerobong pabrik (waktu itu yang dipergunakan
masih mesin uap), sehingga udara juga hitam, panas matahari kurang dapat
menembus ke bawah. Kota Birmingham memperoleh julukan The Black Country dan
menjadi tempat tinggal yang tidak sehat.
·
Dalam bidang tranportasi
Dengan
tata transportasi yang diciptakan, manusia memperoleh beberapa keuntungan.
Pertama, kendaraan yang diciptakan mampu bergerak lebih cepat daripada gerak si
pencipta sendiri, sehingga waktu yang diperlukan bergerak dari satu tempat ke
tempat lain lebih singkat. Waktu dirasakan makin berharga, sehingga timbul
sebutan time is money. Jalannya waktu yang perlu cepat diikuti mengakibatkan
jam memperoleh pasaran yang luas sebagai kebutuhan sekunder bagi manusia modern.
Kedua, kemampuan mengangkat dan mengusung oleh manusia ataupun binatang yang
biologis terbatas dalam tingkat yang rendah. Alat-alat pengangkut manusia yang
dibuat dari bahan-bahan abiologis jauh lebih kuat. Roda yang di atasnya diberi
tempat barang dan dibuat dari besi, kapal besi yang besar memiliki daya angkat
yang jauh lebih besar dan berat daripada daya angkut manusia dan binatang.
Namun, kedua kelebihan tersebut memiliki konsekuensi atau dampak sampingan yang
negatif.
c.
Bidang
sosial dan budaya
Akibat
kemajuan teknologi bisa kita lihat:
1.
Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan
fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah
meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan
semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa
Asia.
2. Tekanan, kompetisi
yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai
konsekuensi globalisasi, akan
melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras. Meskipun demikian
kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya seperti:
Kemerosotan
moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan
pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan
berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat
menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani. Dll
d.
Bidang
pendidikan
Teknologi
mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:
1. Munculnya
media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber
ilmu pengetahuan.
2.
Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan
guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode
baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak,
karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak. Dengan
kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa
dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan
lain-lain. Disamping itu juga muncul dampak
negatif dalam proses pendidikan seperti: Penyalah gunaan pengetahuan
bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak criminal, Dll.
Penumbuhan
wawasan iptek pelajar dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran,
pemanfaatan, penguasaan dan pengembangan iptek sesuai dengan usia dan tahap
perkembangannya.Hal ini dilaksanakan dengan memberikan kesempatan bereksperimen
bersama yang menumbuhkan daya cipta, analisis, prakarsa dan kreasi bagi para
pemuda. Upaya menumbuhkan wawasan iptek bagi pemuda perlu diawali dengan
pengenalan makna penting dari iptek itu sendiri misalnya melalui kunjungan ke
lembaga riset dan disertai pula dengan pelatihan kegiatan ilmiah.
Peningkatan peran-serta pelajar dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan, meningkatkan dan memperluas dukungan lembaga ristek, meningkatkan
partisipasi masyarakat serta mendorong dunia usaha dalam pembinaan/pelatihan
pemuda pecinta iptek. Pendalaman pengetahuan dan peningkatan keterampilan bagi
pemuda yang baik dan benar dilaksanakan melalui kelompok-kelompok penelitian
pemuda pelajar semacam Kelompok Penelitian Ilmiah Remaja (PIR). Dengan bertambahnya
jumlah pemuda yang memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut,
diharapkan secara merata, pemuda dan keluarganya mampu berpartisipasi dibidang
IPTEK serta dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berkualitas.
e.
Bidang Politik
Di bidang
politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya
regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan
kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi
transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran
itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme
akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
f.
Bidang Kesehatan
Cara
cara lama pengobatan penyakit dilakukan oleh dukun yang umumnya mistis, sedangkan obat-obatan untuk
penyembuhan diwujudkan dalam bentuk jamu. Kedua cara tersebut sampai sekarang
masih banyak dipergunakan.
Pengobatan
fisik modern dilakukan oleh dokter dan resepnya berupa obat yang pembuatannya
secara kimiawi oleh pabrik. Masyarakat yang makin modern lebih meyakini
keampuhan pengobatan modern, sehingga
para dukun dan jamu semakin terdesak. Keberhasilan mengatasi penyakit, terutama penyakit menular,
menyebabkan angka kematian (mortalitas) menurun, sehingga populasi penduduk
terus meningkat. Akibatnya manusia lanjut usia yaitu manusiayang usianya lebih
dari 60 tahun dan disebut lansia,makin harimakin banyak juga.
g.
Dampak Perkembangan IPTEK terhadap
Kebutuhan Pokok
1. Pangan
pangan merupakan kebutuhan pokok yang paling utama sebab
tanpa pngan manusia akan mati, kelestarian hidupnya terancam, dan manusia
berupaya untuk menjauhkan diri dari kematian.
2. Sandang
Sandang atau pakaian sekarang bukan lagi sekedar melindungi tubuh terhadap gangguan cuaca, melainkan sudah meningkat sebagai lambang status social. Dahulu, pernah orang memakai kulit kayu sebagai pakaian, tetapi populasi penduduk jauh lebih pesat daripada tanaman penghasilnya. Oleh karena itu, dipergunakan kapas yang memrlukan cara tanam dan olah yang lebih tinggi teknologinya. Ini pun sekarang tidak juga mencukupi kebutuhan manusia akan sandang. Sutra yang dihasilkan oleh ulat merupakan bahan yang lembut dan bagus yang dahulu pusatnya di Cina. Sementara itu bangsa-bangsa di Timur Tengah mempergunakan bulu domba yang menghasilkan wol sebagai bahan sandang yang bagus. Itu pun tidak cukup, sehingga orang dengan teknologi lebih maju mempergunakan serat sintetis baik yang berasal dari tanaman yang diproses secara kimiawi menjadi benang (rayon) maupun dari bahan tambang seperti batu bara, atau minyak bumi yang diproses menjadi poliester, poliprolin, atau polietilin. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif tersebut, sekaligus diantisipasi segi negatifnya. Bahan sintetis yang bersifat plastik jangan sampai menimbulkan sampah plastik dengan jalan mengolahnya kembali atau mencari bakteri yang mampu memakan bahan plastik.
Sandang atau pakaian sekarang bukan lagi sekedar melindungi tubuh terhadap gangguan cuaca, melainkan sudah meningkat sebagai lambang status social. Dahulu, pernah orang memakai kulit kayu sebagai pakaian, tetapi populasi penduduk jauh lebih pesat daripada tanaman penghasilnya. Oleh karena itu, dipergunakan kapas yang memrlukan cara tanam dan olah yang lebih tinggi teknologinya. Ini pun sekarang tidak juga mencukupi kebutuhan manusia akan sandang. Sutra yang dihasilkan oleh ulat merupakan bahan yang lembut dan bagus yang dahulu pusatnya di Cina. Sementara itu bangsa-bangsa di Timur Tengah mempergunakan bulu domba yang menghasilkan wol sebagai bahan sandang yang bagus. Itu pun tidak cukup, sehingga orang dengan teknologi lebih maju mempergunakan serat sintetis baik yang berasal dari tanaman yang diproses secara kimiawi menjadi benang (rayon) maupun dari bahan tambang seperti batu bara, atau minyak bumi yang diproses menjadi poliester, poliprolin, atau polietilin. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif tersebut, sekaligus diantisipasi segi negatifnya. Bahan sintetis yang bersifat plastik jangan sampai menimbulkan sampah plastik dengan jalan mengolahnya kembali atau mencari bakteri yang mampu memakan bahan plastik.
3. Papan
Papan yang berarti tempat tinggal pada mulanya hanya sebagai tempat untuk memperoleh rasa aman, terlindung dari gangguan cuaca atau binatang, malahan mungkin dari manusia yang lain. Rumah tradisional yang dihasilkan dari bahan alami yang terdapat di sekitar tempat tinggal. Bahan bangunan rumah tradisional mudah rusak karena cuaca atau dimakan rayap, sehingga batas waktu tertentu terpaksa diperbaiki, bahkan diganti. Manusia berusaha memperoleh tempat tinggal yang aman dan nyaman. Untuk itulah dibangun rumah yang bahan-bahannya lebih tahan lama, dapat puluhan bahkan ratusan tahun. Tembok rumah dari bata yang diberi lapisan dengan bahan semen, lantai yang bahannya dari semen dalam wujud tegel atau keramik menghasilkan tempat tinggal yang kuat. Pemikiran modern untuk tempat tinggal yang sehat diwujudkan dengan membentuk kota taman mandiri. Merupakan taman karena dipelihara ekologi yang berimbang antara tempat tinggal dengan lingkungan yang hijau. Mandiri karena kebutuhan warganya terpenuhi semuanya, tidak harus tergantung pada tempat lain, misalnya sekolah, poliklinik, rumah sakit, pasar, taman rekreasi, tenaga kerja, bahkan kuburan.
Papan yang berarti tempat tinggal pada mulanya hanya sebagai tempat untuk memperoleh rasa aman, terlindung dari gangguan cuaca atau binatang, malahan mungkin dari manusia yang lain. Rumah tradisional yang dihasilkan dari bahan alami yang terdapat di sekitar tempat tinggal. Bahan bangunan rumah tradisional mudah rusak karena cuaca atau dimakan rayap, sehingga batas waktu tertentu terpaksa diperbaiki, bahkan diganti. Manusia berusaha memperoleh tempat tinggal yang aman dan nyaman. Untuk itulah dibangun rumah yang bahan-bahannya lebih tahan lama, dapat puluhan bahkan ratusan tahun. Tembok rumah dari bata yang diberi lapisan dengan bahan semen, lantai yang bahannya dari semen dalam wujud tegel atau keramik menghasilkan tempat tinggal yang kuat. Pemikiran modern untuk tempat tinggal yang sehat diwujudkan dengan membentuk kota taman mandiri. Merupakan taman karena dipelihara ekologi yang berimbang antara tempat tinggal dengan lingkungan yang hijau. Mandiri karena kebutuhan warganya terpenuhi semuanya, tidak harus tergantung pada tempat lain, misalnya sekolah, poliklinik, rumah sakit, pasar, taman rekreasi, tenaga kerja, bahkan kuburan.
G.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Iptek Di Indonesia
a.
Faktor Pendukung
·
Semakin berkembangnya pola pikir
manusia dari zaman ke zaman.
·
Adanya kebutuhan teknologi computer
di berbagai bidang untuk membantu mengurangi kesibukan manusia.
·
Timbulnya keinginan untuk selalu
mendapat informasi terkini dari berbagai belahan dunia melalui media yang
tercepat seperti computer (internet).
·
Rasa untuk menjadi lebih maju dari
golongan lain.
·
Pentingnya investasi asing terletak
pada pertukaran informasi dalam alur perdagangan yang berlanjut pada kesamaan
permintaan pada teknologi komunikasi.
·
Pembangunan perkotaan biasanya
diiringi dengan dengan pembangunan infrastuktur komunikasi yang menjadi dasar
dari internet sehingga pembangunan kota akan memacu perkembangan internet.
·
Semakin banyak institusi yang
menggunakan kegiatan yang dilakukan secara online maka akan mendorong
percepatan penggunaan teknologi internet di Indonesia.
·
Inovasi dalam jenis layanan seperti
situs jejaring (facebook, friendster, dll), blog, game online dan sebagainya
akan memicu ketertarikan masyarakat untuk mengakses internet sehingga menjadi
faktor pendukung dalam percepatan penggunaan teknologi di Indonesia.
b.
Faktor Penghambat
·
Masyarakat dengan tingkat / status
ekonomi yang rendah akan menghambat percepatan penggunaan teknologi di
Indonesia karena tidak ada keinginan dan tidak memahami seberapa penting
penggunaan internet untuk berbagai kebutuhan hidup.
·
Masyarakat yang tinggal di daerah
terpencil yang tidak terjangkau karena pembangunan infrastruktur yang tidak
merata akan menjadi penghambat percepatan pengembangan teknologi komputer di
Indonesia.
·
Tingkat pendidikan seseorang dan
pekerjaaan yang dilakukan oleh seseorang yang tergolong rendah atau kurang pro
terhadap teknologi computer akan menghambat kemajuan teknologi.
·
Pihak yang tidak bertanggung jawab
dlam menggunakan teknologi computer membuat pihak pemerintah memblokir atau
melarang beberapa sarana tertentu sehingga menghambat perkembangan teknologi.
·
Banyaknya pula tercipta berbagai
macam virus-virus computer yang bersifat merusak.
·
Masih kuatnya rasa fanatic terhadap
kepercayaan leluhur untuk tidak merubah kebiasaan oleh masyarakat tertentu yang
menghambat penyebaran dan perkembangan teknologi.
H.
Kemajuan IPEK Bagi Adab dan
Peradaban Manusia
Dari zaman ke zaman, perubahan yang terjadi di dunia ini
amatlah sangat pesat, apalagi dari segi Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Bila kita ingat zaman dahulu, banyak para ilmuwan menemukan berbagai hasil
percobaannya, dan kemudian diluncurkan lalu dipakai untuk kebutuhan
sehari-hari, seperti adanya ilmu fisika, ilmu matematika, ilmu kimia, ilmu
biologi, juga ilmu sosial. Semua ilmu itupun masih diterapkan hingga saat ini
oleh kita semua. Tak dapat kita bayangkan apabila para ilmuwan tidak menemukan
berbagai penemuan luar biasa untuk peradaban manusia, kita bahkan mungkin tak
dapat untuk bertahan hidup, karena kita akui bahwa kita sangatlah butuh akan
keberadaan ilmu pengetahuan dunia untuk menjalankan kehidupan di dunia fana
ini.
Namun, di balik semua itu kita patut, wajib, dan haruslah
untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena keagungan-Nya lah ilmu
pengetahuan itu dapat kita rasakan dan manfaatkan selama kita hidup. Setelah
itu, kita patut untuk menjaga dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan tersebut
sampai saat nanti untuk masa depan dan peradaban manusia.IPTEK di satu sisi
sungguh sangat membantu kita selaku manusia dalam mengerjakan berbagai hal
dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
1.
Mengetik laporan kerja dengan komputer
2.
Menelepon orang lain dengan handphone
3.
Mendengarkan musik dengan mp3 player
4.
Mengetahui berita dengan televisi
5.
Mengetahui waktu dengan jam
6.
Bepergian ke manapun dengan sepeda motor, mobil, dan kendaraan lainnya
7.
Mendinginkan ruangan dengan ac
8.
Dan masih banyak lagi contohnya
Bahkan saat ini telah diciptakan robot menyerupai manusia
yang bertujuan untuk menggantikan manusia dalam mengerjakan tugas
sehari-sehari. Kita jadi sangat tertolong dengan adanya teknologi yang kian
lama kian maju. Namun, di sisi lainnya, kita jadi dimanjakan oleh teknologi.
Manusia jadi malas, bahkan sangat tergantung oleh teknologi yang membantu
mengerjakan pekerjaan sehari-hari kita selaku manusia. Jadinya, manusia tidak
ada usaha sekuat tenaga untuk mengerjakan pekerjaannya dengan tangan sendiri.
Padahal sungguh bangganya kita bila suatu pekerjaan dapat dilakukan dan
diusahakan sendiri. Kemajuan IPTEK menunjukkan kemampuan intelektual
(intelligence) manusia juga berkembang. Jadi teknologi selalu membutuhkan
manusia supaya dapat diciptakan untuk peradaban manusia. Tetapi manusia tidak
sepenuhnya selalu membutuhkan adanya teknologi untuk kehidupannya, karena
manusia memiliki intelektual, sedangkan teknologi tidak memiliki intelektual.
Kehidupan manusia tidak terlepas dari adanya teknologi. Artinya, bahwa
teknologi merupakan keseluruhan cara yang secara rasional mengarah pada ciri
efisiensi dalam setiap kegiatan manusia. Seseorang menggunakan teknologi,
karena menusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin
hidup lebih baik, lebih mudah, lebih aman, dan lebih-lebih yang lain.
Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnya
untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.
Pada satu sisi, perkembangan dunia iptek yang demikian
mengagumkan itu memang telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban
umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik
cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin
otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia
dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan telah
ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah
mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan
aktivitas manusia. Kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar
telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi
kehidupan umat manusia. Namun, pada sisi lain, pesatnya kemajuan iptek ternyata
juga cukup banyak membawa pengaruh negatif. Semakin kuatnya gejala
“dehumanisasi”, tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan dewasa ini, merupakan salah
satu oleh-oleh yang dibawa kemajuan iptek tersebut. Bahkan, sampai tataran
tertentu, dampak negatif dari peradaban yang tinggi itu dapat melahirkan
kecenderungan pengingkaran manusia sebagai homo-religousus atau makhluk
teomorfis.
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu
religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang
ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan
membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi
umat manusia kesehatan, kebahagian dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap
peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia
tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka
dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering
manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan
umat manusia.
Perbudakan dan penjajahan di North America, Asia dan Afrika
hanya memungkinkan melalui dukungan iptek. Perkembangan iptek di Eropa Barat
membuahkan revolusi industri yang menindas kelas pekerja dan yang melahirkan
komunisme. Produksi weapons of mass destruction, baik kimia, biologi ataupun
nuklir tentu saja tidak bisa dipisahkan dari iptek;
belum lagi menyebut kerusakan ekosistem alam akibat dari kemajuan
iptek. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan,
tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu
menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar
kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja
iptek tidak mengenal moral kemanusiaan,oleh karena itu iptek tidak pernah bisa
mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.
I.
Pengaruh Kemajuan Teknologi Terhadap
Budaya Bangsa
Kehadiran teknologi-teknologi baru membawa pengaruh bagi
kehidupan suatu bangsa. Pengaruh ini dirasakan di berbagai bidang kehidupan
seperti kehidupan politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan
keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilai-nilai kebangsaan.
Ditambah dengan era globalisasi yang semakin pesat,
globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan,
kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada
suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa
di seluruh dunia. Dengan kata lain proses globalisasi akan berdampak melampaui
batas-batas kebangsaan dan kenegaraan.
Sebagai sebuah proses, globalisasi berlangsung melalui dua
dimensi, dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu.
Dimensi ruang yang dapat diartikan jarak semakin dekat atau dipersempit
sedangkan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala
dunia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pesatnya laju perkembangan
teknologi yang semakin canggih khususnya teknologi informasi dan komunikasi.
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung
utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi
dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan,
dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara
pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi
yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan
kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin
canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat
dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini
Namun perlu diingat, pengaruh globalisasi dengan dukungan
teknologi informasi dan komunikasi meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan
pengaruh negatif. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya TIK
adalah peningkatan kecepatan, ketepatan, akurasi dan kemudahan yang memberikan
efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan
biaya. Sebagai contoh manifestasi TIK yang mudah dilihat di sekitar kita adalah
pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat, karena kehadiran surat
elektronis (email), ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan
dengan adanya komputasi numeris, pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa
dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database), dan masih
banyak lagi.
Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya
TIK, misalnya dari globalisasi aspek ekonomi, terbukanya pasar bebas
memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk
luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi
rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Dengan hilangnya rasa
cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa
nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
Pada hakikatnya teknologi diciptakan, sejak dulu hingga
sekarang ditujukan untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek
kehidupan, baik pada saat manusia bekerja, berkomunikasi, bahkan untuk
mengatasi berbagai persoalan pelit yang timbul di masyarakat. TIK tidak hanya
membantu dan mempermudah manusia tetapi juga menawarkan cara-cara baru di dalam
melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sehingga dapat mempengaruhi budaya masyarakat
yang sudah tertanam sebelumnya.
Jadi bagaimana TIK dapat mempengaruhi nilai-nilai yang telah
tumbuh di masyarakat dalam suatu bangsa itu sangat tergantung dari sikap
masyarakat tersebut. Seyogyanya, masyarakat harus selektif dan bersikap kritis
terhadap TIK yang berkembang sangat pesat, sehingga semua manfaat positif yang terkandung di
dalam TIK mampu dimanifestasikan agar mampu membantu dan mempermudah kehidupan
masyarakat, dan efek negatif dapat lebih diminimalkan.
J.
Upaya Pemerintah Mengatasi
Problematika IPTEK
Dalam
mengatasi problematika IPTEK pemerintah melakukan beberapa upaya,diantaranya:
1.
Meningkatkan kemampuan, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab berbagai
isu pelayanan, seperti keselamatan, keamanan, kehandalan dan kenyamanan, serta
terjangkau masyarakat luas;
2.
Meningkatkan kemampuan Iptek strategis dalam rangka pengembangan system
transportasi nasional yang handal, efektif dan efisien yang sesuai kondisi
fisik wilayah serta sosial-ekonomi-budayanya;
3.
Meningkatkan penguasaan dan kemampuan teknologi industri dalam negeri untuk
mendukung sistem transportasi nasional guna mendukung kelancaran system
operasional dan kemampuan untuk merawat serta ramah lingkungan dan hemat
energi;
4.
Peningkatan kapasitas teknologi pada sistem produksi di dunia usaha dan
industry serta peningkatan sinergi antar berbagai komponen sistem inovasi;
5.
Meningkatkan kemampuan manufakturing
teknologi tinggi yang berdaya saing internasional untuk mendukung pembangunan
sarana dan prasarana transportasi;
6.
Meningkatkan produktivitas, kualitas
dan efisiensi produksi pertanian on-farm (intensifikasi) dengan penerapan
bio-teknologi, precision farming, biocyclofarming,dan teknologi iradiasi
secara berkelanjutan dan tetap menjaga kelestarian fungsi lingkungan;
7.
Memperpanjang rantai produksi
pengolahan hasil pertanian (off-farm) yang efisienuntuk meningkatkan
nilai ekonomi dan nilai tambah produk pangan pada masingmasingrantai produksi;
8.
Meningkatkan keragaman bahan baku
pangan (diversifikasi) termasuk kemungkinan dengan memanfaatkan sumberdaya
hutan non-kayu.
9.
Mengembangkan dan memperluas
infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mempermudah akses ke
jaringan internet yang terjangkau;
10.
Meningkatkan pemanfatan teknologi
informasi dan komunikasi untuk meningkatkankinerja perekonomian negara dan
kualitas hidup masyarakat;
11.
Mengelola Hak Atas Kekayaan
Intelektual (HAKI) bidang teknologi informasi dankomunikasi untuk meningkatkan
kemampuan berinovasi, menegakan perlindungan hukum dan meningkatkan nilai
komersial produk dalam negeri
12.
Memenuhi kebutuhan alutsista mulai
dari perangkat keras maupun perangkat lunak, sesuai dengan kondisi kewilayahan
dan demografi negara kepulauan Indonesia, sesuai dengan kemajuan perkembangan
iptek, mempunyai efek penangkal yang tinggi, yang ditujukan untuk memberikan
kapabilitas optimal bagi komponenpertahanan negara dalam menjalankan tugasnya.
13.
Meningkatkan penguasaan kapabilitas
iptek pertahanan dikalangan industri nasionalmelalui regulasi penanganan
alokasi pendanaan yang kondusif.
14.
Meningkatkan pemahaman dan
penguasaan iptek untuk aplikasi pertahanan Negara kepulauan dikalangan
universitas dan lembaga iptek nasional melalui penyusunan road-map teknologi
pertahanan yang bersifat kuantitatif sesuai dengan kaidah pertahanan
15.
Mengikuti pemenuhan standardisasi
ranahan (sarana pertahanan) pangsa pasar dunia yang kompetitif;
16.
Mencapai keunggulan bangsa di bidang
ilmu pengetahuan, teknologi dan rekayasa khususnya pada bidang teknologi
pertahanan berbasiskan pada kemandirian dan kondisi demografi negara nusantara,
negara kepulauan dan negara kelautan melalui penyusunan suatu rancangan
strategis.
SSumber : nopph.blogspot.co.id