Jumat, 03 April 2020

Bentuk kepemilikan

- Go Public
Go public adalah perusahaan itu memasyarakatkan dirinya yaitu dengan jalan memberikan sarana bagi masyarakat untuk masuk dalam perusahaannya, yaitu dengan menerima penyertaan masyarakat dalam usahanya, baik dalam pemilikan maupun dalam penetapan kebijakan pengelolaan.
Pada prinsipnya ada empat tahap yang harus dilalui perusahaan bila hendak go public, yaitu:
1. Masa persiapan
2. Masa penawaran
3. Masa pencatatan
4. Kewajiban setelah go public

- Keuntungan dan kerugian go public
Keuntungan go public:
1. Masuknya fresh money yang melimpah
2. Net wo.rth perusahaan akan lebih baik sehinggan alternatip perolehan dana selanjutnya akan lebih banyak.
3. Memungkinkan ekspansi perushaan lewat akuisis tanpa harus membayar cash, tetapi lewat pengisuan saham.
4. Perusahaan akan lebih terkenal, dengan prestise yang tinggi, sehingga operasi bisninya lebih baik dan marketnya akan lebih meluas.
5. Likuidasi perusahaan dan saham akan lebih baik, karena setiap saat perusahaan/pemegang saham dapat memperjual belikan sahamnya. 
6. Lebih menjamin kelestarian perusahaan, karena terhindar dari mismanagemnt. Sebab, setiap aktivitas yang menyimpang dalam suatu perusahaan public, langsung disorot oleh publik.

Kerugian go public:
1. Keharusan membuka semua informasi dapat menguntungkan pihak competitor dan sangat mengekang pihak pemilik ataupu pengurus/komisaris.
2. Pemilik bisnis kehilangan fleksibilitasnya dalam berbisnis, karena adanya keharusan mendapat izin tertentu dari pemegang saham, termasuk pemegang saham publik atau laporan atau izin dari otoritas tertentu terhadap tindakan tertentu.
3. Beberapa alternatif bisnis bisa dilepas oleh perusahaan karena ditakuti akan berdampak negatif terhadap flukruasi harga pasar saham.
4. Masalah administrasi dan dana tambahan yang mesti dikeluarkan terutama pada proses go publik.
5. Kehilangan kontrol dan dari pemegang saham sendiri, terutama jika porsi saham yang dijual terlalu besar.
6. Kecenderungan pemberian dividen yang besar, sehingga pembayaran pajak tinggi dari investment dari perusahaan mengecill.

- Proses go publik
1. Restrukturisasi anggaran dasar
2. Posisi hukum dari prospektus
3. Masalah yuridis yang sering terjadi dalam praktek

Sumber:
- Widoatmodjo, Sawidji. 2004. Jurus Jitu Go Public. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Fuady, Munir. 1999. Hukum Bisnis Dalam Teori dan Praktek Buku Kedua, Volume 2. PT Citra Aditya Bakti

Pembiayaan Usaha

- Masalah Dalam Pencarian Modal
1. Kurangnya ketajaman bisnis atau pengalaman bisnis
2. Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
3. Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
4. Preferensi dari pemodal
5. Kurang hubungan dengan sumber-sumber modal

- Pembiayaan Bisnis
1) Pendanaan tahap awal
a. Pendanaan modal benih (seed capital) dalam jumlah yang relatif kecil untuk membuktikan konsep dan studi kelayakan finansial.
b. Pendanaan pemula (start-up) pengembangan produk dan pemasaran awal, tetapi tanpa penjualan komersial: pendanaan hanya untuk mengoperasikan perusahaan.
2) Pendanaan ekspansi atau Perkembangan
a. Tahap kedua Modal kerja bagi tahap pertumbuhan awal, tetapi tanpa kemampuan mendatangkan laba yang jelas ataupun arus kas.
b. Tahap ketiga Ekspansi besar perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang cepat, pada titik pulang pokok atau tingkat keuntungan positif tetapi tetap perusahaan swasta.
c. Tahap keempat Pembiayaan penjembatanan untuk mempersiapkan penawaran saham oleh perusahaan kepada masyarakat (kepemilikan oleh masyarakat).
3) Pembiayaan Akuisisi dan Leveraged Buyouts
a. Akuisisi tradisional memperoleh kepemilikan dan pengendalian atas perusahaan lain
b. Leveraged buyouts Manajemen perusahaan mendapatkan kontrol atas perusaahaan lain dengan membeli dari pemilik yang sekarang
c. Privatisasi beberapa pemilik/manajer perusahaan membeli saham beredar (outstanding stock), menswastakan perusahaan kembali.

- Mencari Sumber Pemodalan
1.Institusi Keuangan 
Contoh: Koperasi simpan pinjam, pegadaian dan BPR.
2. Perorangan 
Contoh: Orang tua, sanak saudara, sahabat dan calon mertua.

- Analisa peluang pokok dan penilaian perusahaan
Analisa peluang pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi..
Unsur dasar analisa peluang pokok, diantaranya:
- Biaya Tetap
- Biaya Variabel
- Biaya Total
- Pendapatan Total
- Keuntungan
- Kerugian
- Titik Pulang Pokok

- Penilaian Perusahaan , seorang wirausahawan perlu melakukan penilaian terhadap kinerja manjaemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahan, seperti:
- Laporan laba/rugi
- Laporan neraca
- Laporan perubahan modal
- Laporan arus kas
  
Sumber:
- Sukmadi. 2016. Inovasi dan Kewirausahaan (Edisi Paradigma Baru Kewirausahaan). Bandung : Humaniora Utama Press
- Ichsanudin. 2006. Rahasia Sukses Bisnis, Cara Cerdas Mencari Uang. Jakarta : CV. Mitra Sari
- https://vaniamarline.wordpress.com/2017/04/09/pembiayaan-usaha/
 

Evaluasi peluang usaha baru

- Penetapan kelayakan usaha baru
Banyak dana yang telah dikeluarkan dalam memulai usaha baru. Banyak pula ventura baru yang mengalami kebangkrutan dalam satu atau dua tahun, dan hanya sedikit yang berhasil dalam usahanya. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah kendala bagi wirausahawan, yaitu sebagai berikut.
1. Pengetahuan pasar yang tidak memadai
2. Kinerja produk yang salah
3. Usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif
4.  Keusangan produk yang terlalu cepat
5. Kapitalisasi yang tidak memadai
6. Perencanaan yang sangat berharga bagi keberhasilan

Analisa kelayakan teknis
Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan usaha secara teknis dan pengorganisasian setelah usaha tersebut mulai dijalankan. Aspek teknis penting dikaji sebelum usaha dijalankan, menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis atau operasi, sehingga jika tidak dianalisis dengan baik akan berakibat fatal bagi perusahaan dimasa yang akan datang. Aspek teknis pada penelitian ini ditekankan pada ketersediaan tenaga kerja, bahan baku dan bahan pembantu, penentuan lokasi, kapasitas, proses, dan teknologi skala produksi usaha mikro. Dua langkah penting didalam proses analisa kelayakan teknis:
1. Identifikasi spesifikasi teknis penting
2. Uji coba produk atau jasa untuk menemukan apakah ia memenuhi spesifikasi kinerja

- Penilaian peluang pasar
Penilaian peluang pasar terdapat tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan. dengan adanya suatu riset pasar dapat membantu:
a. Menemukan pasar yang menguntungkan
b. Memilih produk yang dapat dijual
c. Menentukan perubahan dalam prilaku konsumen
d. Meningkatkan teknik pasar yang lebih baik
e. Merencakan sasaran yang realistik. Tujuan riset pasar juga digunakan untuk mengumpulkan informasi untuk pengambilan keputusan pada perasaan dan pendapatnya sendiri.

- Penilaian Kemampuan Organisasional
Setiap bisnis usaha membutuhkan orang-orang dengan berbagai jenis keterampilan dan bakat untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasional.
Dalam penilaian ini dilakukan :
• Penentuan kebutuhan personalia dan perancangan struktur organisasi awal
• Perbandingan kebutuhan dan ketersediaan personalia

- Analisa Persaingan
Setiap bisnis usaha umumnya cenderung menghadapi dua jenis tekanan persaingan :
1. Persaingan langsung dari produk atau jasa yang identik dengan produk perusahaan itu pada pasar yang sama
2. Tekanan tidak langsung dari barang subtitusi


Sumber:
- Handini Sri, Sukesi dan Hartanty Kanty. 2019. Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Pengembangan UMKM di Wilayah Pisisr. Surabaya: Scopindo Media Pustaka 
- Sukmadi. 2016. Inovasi dan Kewirausahaan (Edisi Paradigma Baru Kewirausahaan). Bandung : Humaniora Utama Press
 - https://www.neliti.com/publications/59563/analisa-kelayakan-teknis-pasar-dan-finansial-pengolahan-salyca-dalam-sirup-skala

KEWIRASWASTAAN

A.       SDM bagi organisasi kewiraswastaan -           Langkah-langkah penyediaan SDM 1. Perekrutan karyawan Penarikan tenaga kerj...