PERANAN PEMUDA DALAM
MASYARAKAT
Pemuda diidentikkan sebagai kaum muda yang merupakan generasi
bangsa yang akan menetukan perubahan di masa mendatang. Pemuda juga dapat
diidentikkan sebagai individu yang memiliki intelektual dan tenaga yang
potensial untuk pembangunan negara.
Fenomena pemuda masa kini
mengalami penurunan kualitas. Saat ini, kita berada pada fase degradasi moral.
Presentase kriminal meningkat disusul dengan presentase industri hiburan.
Fenomena ini ironisnya lebih
mendukung perubahan masyarakat ketimbang urgensi peningkatan diri dari segi
ilmu pengetahuan maupun akidah.
Dalam hal ini, justru membutuhkan pemuda yang memiliki idealisme intelektual
serta masyarakat kekinian sehingga dapat menjadi transformer antar idealisme.
Dan di tangan para pemudalah masa depan pembangunan masyarakat.
Masa depan dengan akidah
islamiyah. Dan tarbiyah menjadi induk utamanya. Apabila kita akan pergi,
sebelum melangkah kita harus mengetahui tujuannya dan mengetahui apa maksud
dari kepergian itu.
Dengan mengetahui hal
tersebut, maka kepergian kita akan terarah dan akan lebih siap menghadapi
rintangan – rintangan yang mungkin terjadi selama perjalanan. Demikian pula
dengan perjalanan hidup manusia di dunia ini.
Kemana tujuan hidup ini dan apa
hakekat dari perjalanan hidup ini. Kita harus mengerti agar perjalanan hidup
ini terarah.
Kita sebagai umat islam telah
diberi tuntunanNya melalui firman – firmanNya yang tertuang dalam kitab suci
Al-Qur’an yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Firman – firmanNya menjelaskan
tentang tujuan hidup manusia di dunia dan hakekat dari perjalanan itu sendiri.
Allah SWT berfirman :
“Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan kholifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqoroh: 30)
“Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan kholifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqoroh: 30)
Ayat tersebut menerangkan
tentang riwayat manusia mendiami bumi ini, yaitu dijadikan sebagai kholifah
dimuka bumi ini oleh Allah SWT.
“Apakah kamu mengira bahwa
kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya
orang orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan
kesengsaraan serta digoncangkan dengan bermacam macam godaan sehingga
berkatalah Rosul dan orang orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan
Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat”.
(QS. Al-Baqoroh: 214)
(QS. Al-Baqoroh: 214)
Firman tersebut menunjukkan
bahwa manusia itu makhluk yang lemah yang rentan terhadap godaan. Dan disinilah peran pemuda.
Disaat masyarakat mengalami
degradasi moral, pemuda sudah seyogyanya hadir membangun masyarakat berakidah
bukan justru turut andil menjadi tokoh dalam penurunan moral itu sendiri
Pemuda bisa dijadikan sebagai
tolak ukur moral suatu masyarakat. Masyarakat akan tercipta sebagaimana pemuda
memulainya.
Pemuda yang berakidah
islamiyah akan membangun masyarakat islami. Pun berlaku sebaliknya. Pemuda
berakidah islamiyah ibarat penerus para nabi yang menyampaikan risalah. Risalah
inilah yang disebut dengan dakwah.
Para nabi dalam menyampaikan
risalahNya tidaklah sendirian, selalu ada para sahabat yang Allah tunjuk untuk
menyebarkan risalah islamiyah. Begitupun pemuda, pemuda bukanlah individu yang
bergerak sendiri.
Ia membutuhkan wasilah dan
wadah untuk menumbuhkan potensinya serta lingkungan yang mendukung. Hal ini
dapat berupa lingkungan masyarakat, organisasi, ataupun lingkup pemerintahan.
Pun juga termasuk wadah untuk pemuda adalah kampus.
Kampus adalah wadah wasilah
dakwah bagi mahasiswa. Layaknya pegawai yang membutuhkan kantor sebagai ladang
karyanya, kampus dan mahasiswa saling berkesinambungan dan tak dapat
terpisahkan.
Peran aktif mahasiswa dapat
dilihat dari komunitas apa yang diikutinya di kampus. Kampus sebagai sentral
pergerakan pemuda yang dapat melahirkan generasi penerus melalui perekrutan dan
kaderisasi. Islam, pemuda, dan dakwah kampus saling berkaitan.
Media kampus merupakan
lingkup kecil sebuah masyarakat. Dari sini pemuda telah melakukan pemanasan
dalam medan dakwah sebelum akhirnya menjadi individu yang memegang peran
teratas dari suatu masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar